Stereotype : Jahat atau Wajar?

“This is not Pasar Seni. Take me to Pasar Seni!”

“This is Pasar Seni. You said you want me to take you to Pasar Seni!”

Sebenarnya saya cuma transit di Kuala Lumpur. Pesawat Cebu saya tiba di Kuala Lumpur jam 9 malam setelah sebelumnya saya terkena delay 5 jam dikarenakan Taifun.

Pesawat saya ke Jogja berangkat besok pagi. Sebenarnya bisa saja saya menghabiskan malam di Bandara KLIA2, namun karena saya punya voucher tiket dot com maka saya putuskan mending nginap di KL, toh udah lama gak ke KL. Walau sebenernya nanggung banget gara-gara taifun sialan.

Saya sampai di hotel jam sekitar jam 10.30 malam dengan perut keroncongan. Saya belum makan sejak siang soalnya susah cari makanan berlabel halal di Bandara Manilla. Hotel saya berada di daerah China Town, cuma berjarak satu stasiun dari KL Sentral.

Malam itu daerah China Town sudah sepi sekali. Saya sudah berjalan 1 km tapi tidak menemukan warung makan yang buka. Perut sudah tidak bisa kompromi lagi, maka saya putuskan kembali ke KL Sentral untuk beli burger McD.

Waktu menunjukkan jam 11.30 malam. Untungnya LRT masih beroperasi. Saya tahu LRT berhenti beroperasional jam 00.00. “Cuma 10 menit”, batin saya.

Ternyata oh ternyata ketika saya ingin kembali LRTnya sudah berhenti beroperasi 😦

“Can I walk from here to China Town?”, tanya saya ke salah seorang petugas wanita.

“Yes you can but its kinda far. You should take taxi.”

Apa boleh buat. Ini sudah tengah malam, kalau jalan rawan nyasar. Belilah saya voucher taxi ke Pasar Seni.

Setelah antri 5 menit saya dapat taxi tua dengan orang India sebagai sopirnya. Sepanjang perjalanan kita cuma terdiam tanpa sepatah katapun.

“We are here.”, kata si sopir.

“This is not Pasar Seni. Take me to Pasar Seni!”

“This is Pasar Seni. You said you want me to take you to Pasar Seni!”

Ternyata saya berada di sisi yang berbeda dari Pasar Seni yang saya lewati tadi.

“Can you take me to China Town?”

“No.”, jawab dia ketus.

“Where is China Town?”

“Just walk distance from here”

Saya pun keluar dari taxi. Sopir tersebut langsung bergegas meninggalkan saya yang kebingungan.

Sepi sekali, tidak ada seorang pun lewat yang bisa ditanyai jalan.

GPS saya tidak aktif karena tidak ada koneksi internet.

Lewat kanan atau kiri nih? Duh mati.

Akhirnya saya beranikan diri jalan ke kiri.

Lima belas menit berjalan saya pun menemukan gapura China Town! Alhamdulillah tidak nyasar!

Ternyata cuma dekat. Seberapa ruginya sih mengantarkan penumpang yang gak tau jalan ke jarak sedekat ini?

Kemudian saya teringat beberapa artikel di internet yang menyarankan untuk menghindari sopir taxi yang berasal dari India. Banyak artikel yang menceritakan buruknya pengalaman naik taksi dengan sopir orang India.

Saat baca itu saya pikir itu rasis. Tapi setelah mengalami kejadian ini kemudian saya berpikir lagi apakah stereotype itu wajar? Maksud saya, demi perlindungan diri, apakah kita boleh berstereotype?

Saya sendiri sudah naik taksi 3x dengan sopir orang India

Lets face it : kita semua itu rasis. Yang membedakan adalah apakah kita berusaha untuk melawan pikiran rasis itu ataukah kita menuruti pikiran rasis itu?

Misal kita berada di skenario berikut :

Kita sedang naik bus kopaja. Naiklah seorang pria bertato, berkaos punk no dead dan bercelana robek di lutut. Dia duduk di samping kita. Insting natural kita akan mengatakan untuk lebih siaga : awasi dompet dan kekep tas kita lebih erat. Apakah itu salah?

Bandingan dengan jika yang duduk disebelah kita adalah pria berjas dan berdasi. Apakah kita akan lebih waspada sama halnya dengan skenario pertama?

Everybody stereotypes.

Yang jadi masalah apa yang kita lakukan dengan prasangka buruk tersebut. Kembali ke skenario kopaja tadi. Kalau sampai kita berpindah kursi atau bahkan mengusir si anak punk tadi agar pindah kursi, itu jahat. Tapi kalau kita hanya sebatas berlaku “lebih waspada”, IMO, itu wajar. Itu mekanisme pertahanan natural.

Jadi apabila saya ditanya apakah stereotyping itu jahat atau wajar, jawaban saya adalah :

I don’t know

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s