Sebuah Kebodohan

Kamar Hotel Dormitory Hongkong

Sebuah kamar dormitory yang harusnya cuma boleh untuk berempat kami gunakan berlima karena mahalnya harga hotel di Hong Kong. Kota ini adalah salah satu kota terpadat di dunia maka wajar saja jika harga hotelnya mahal-mahal (untuk ukuran backpacker).

Kami semua, kecuali Barlin, sudah tepar di kamar karena seharian berjalan jauh mengelilingi Hong Kong dan Macau.

Barlin lebih memilih bersantai di lorong apartemen (hotel kami berada di sebuah apartemen). Dia duduk lesehan bermain laptop sambil merokok. Padahal jam sudah menunjukkan pukul 1 malam, not to mention waktu itu disana sedang musim dingin.

Tiba-tiba saja.

Continue reading